Bagaimana cara menjembatani kesenjangan antara infeksi dan pengobatan untuk membantu mengeliminasi penyakit menular di negara berpenghasilan rendah dan menengah (LMICs)?
Pertanyaan ini menjadi tantangan penting dalam berbagai program kesehatan masyarakat, termasuk penanganan Hepatitis B di Vietnam. Diperkirakan sekitar 9,6 juta orang di negara tersebut hidup dengan Hepatitis B, namun hanya sekitar 10% yang telah terdiagnosis.
Meskipun alat tes diagnostik cepat (rapid diagnostic test/RDT) yang dapat digunakan di luar fasilitas kesehatan dengan kapasitas laboratorium telah mendapatkan persetujuan dari otoritas setempat, akses terhadap layanan skrining masih terbatas di fasilitas kesehatan hingga tahun 2025. Di sisi lain, apotek yang merupakan salah satu layanan kesehatan paling mudah dijangkau masyarakat belum terintegrasi dalam upaya penemuan kasus Hepatitis B.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Gilead Sciences bekerjasama dengan SwipeRx dalam mengembangkan kapasitas apotek serta memperkuat rantai pasok guna menghadirkan layanan skrining Hepatitis B di masyarakat. Hasil kolaborasi ini baru-baru ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah peer-reviewed PLOS Global Public Health, yang menunjukkan bagaimana pemanfaatan teknologi untuk memberdayakan apotek dapat membantu mengubah ketersediaan tes menjadi akses yang lebih luas terhadap skrining dan pengelolaan penyakit menular, diantaranya:
🔍 Komunitas apotek berperan penting dalam penemuan kasus
Dalam enam bulan pertama setelah apotek menerima pelatihan digital dan terhubung dengan pemasok komersial alat tes Hepatitis B yang telah disetujui, sebanyak 84% peserta berhasil mengidentifikasi setidaknya satu kasus baru Hepatitis B. Temuan ini menunjukkan potensi besar apotek komunitas sebagai garda terdepan dalam skrining dan rujukan pasien, sekaligus membuka peluang untuk memperluas akses layanan kesehatan di tingkat masyarakat.
📱 Keterlibatan digital mendorong perluasan akses skrining
Program ini mengombinasikan pelatihan digital terakreditasi, kampanye digital yang terarah, serta pendampingan langsung di apotek. Melalui pendekatan tersebut, para apoteker dapat terhubung dengan pemasok komersial dari satu-satunya alat tes cepat Hepatitis B yang disetujui untuk digunakan di luar fasilitas kesehatan yang memiliki laboratorium. Pendekatan berbasis teknologi ini berkontribusi terhadap peningkatan akses skrining hingga tiga kali lipat, memperlihatkan bagaimana transformasi digital dapat membantu mempercepat adopsi layanan kesehatan baru.
📦 Kemasan produk turut mempengaruhi adopsi di apotek
Penelitian ini juga menemukan bahwa ukuran kemasan memainkan peran penting dalam mendorong ketersediaan alat tes di apotek komunitas.
Jumlah pemesanan dan pemesanan ulang meningkat setelah SwipeRx bernegosiasi dengan produsen untuk menghadirkan ukuran kemasan yang lebih kecil. Sebelumnya, alat tes hanya tersedia dalam kemasan berisi 100 tes yang ditujukan untuk fasilitas kesehatan. Ukuran tersebut dinilai kurang sesuai bagi kebutuhan apotek. Dengan menghadirkan kemasan yang lebih kecil, risiko penyimpanan stok menjadi lebih rendah sehingga apotek lebih terdorong untuk menyediakan alat tes bagi masyarakat.
Apoteker yang menyelesaikan pelatihan digital dengan SwipeRx mengenai skrining Hepatitis B tercatat hampir tiga kali lebih mungkin menyediakan alat tes cepat Hepatitis B di apotek mereka. Selain itu, mereka juga melaporkan tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam menggunakan alat tes tersebut untuk membantu pelanggan yang belum mendapatkan vaksinasi Hepatitis B.
Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan penyakit menular tidak hanya bergantung pada ketersediaan tes di rumah sakit atau fasilitas kesehatan. Hal ini dapat menutup kesenjangan antara infeksi dan pengobatan membutuhkan akses skrining yang lebih dekat dengan masyarakat.
Platform yang berfokus pada apotek, seperti SwipeRx, menunjukkan potensi besar dalam mempercepat peningkatan kompetensi tenaga farmasi serta memperkuat rantai pasok kesehatan. Dengan pendekatan ini, layanan skrining penyakit menular dapat lebih cepat diintegrasikan ke dalam apotek komunitas sebagai salah satu titik pelayanan kesehatan terdepan bagi masyarakat.
Baca publikasi lengkapnya di bawah ini.



